BAB I
PENDAHULUAN
Ada beberapa
agama yang berdasarkan monoteisme (agama Samawy) yaitu agama yang berasal dari
wahyu Allah melalui Rasul-rasulnya-Nya, untuk disampaikan kepada umat masing-masing
dan ada juga beberapa agama yang lahir dari ide-ide manusia sendiri (agama
Thabi'i) seperti politeisme yang meyakini adanya banyak tuhan atau dewa, dengan
menyembah berhala-berhala buatan mereka sendiri.
A. Agama Thabi’i
1. Hinduisme.
Percaya adanya ratusan
dewa dengan kekuasaan dan patung masing-masing, terutama 3 dewa yang utama
(trimurti) : Brahma, Wisnu dan Syiwa.
2. Zoroastrianisme.
Lahir 7 abad SM yang
mempercayai Ahura Mazda sebagai Tuhan dimana pengikutnya memuja api.
3. Budhisme.
Lahir 6 abad SM,
pengikut-pengikutnya memuja Budha Gautama dengan ajarannya : Budha, Dharma,
Sangkha.
4. Taoisme.
Lahir 3 abad SM oleh Lao Tse, sebagai
Tuhan dalam sistem keagamaan bangsa Cina.
5. Konfusianisme.
Lahir pada 551 tahun
SM, diajarkan oleh Confusius dengan kepercayaan kepada leluhur/nenek moyang
bangsa Cina.
6. Shintoisme.
Diperkenalkan sebagai
agama nasional bangsa Jepang tahun 1868 yang memuja kepada alam dan dewa-dewa
serta pahlawan2x mereka.
7. Shikisme.
Diajarkan di India oleh
Guru Nanak yakni campuran paham-paham Hinduisme dan Muslim namun sangat
menyimpang dari ajaran Islam. Kepercayaan ini serupa dengan aliran Kebatinan di
negara kita Indonesia.
B. Agama Samawy
1. Yudaisme.
Yang dibawa oleh
Nabi Musa AS untuk Bani Israel atau Yahudi semula bertauhid suci namun kemudian
menyembah Sapi Emas.
2. Kristen.
Melalui Nabi Isa
AS sebagai kelanjutan/penggenap ajaran-ajaran Nabi Musa AS buat Bani Israel,
namun kini menyimpang kepada ajaran Trinitas yang diajarkan oleh Paulus yang
semuanya berdasarkan Mithos dari kaum pagau/Yunani yakni zaman Sebelum Masehi
(SM) antara lain :
a. Trinitas orang2x India : Okteu, Nesse,
Atahuta.
b. Trinitas penganut Hindu : Brahma, Wisnu,
Syiwa.
c. Di Mesir Kuno : Isis, Hories, Orisis.
d. Orang-orang Yunani : Phanes, Uranos, Kronos.
e. Orang-orang Romawi : Yupiter, Menerva, Juno.
3. Islam.
Penerus dan
penutup agama-agama Allah, berdasarkan Tauhid suci (Monotheisme absolut) oleh
Nabi Muhammad SAW.
Adapun Atheisme
dan kepercayaan Animisme tidak bisa dianggap sebagai agama karena tidak
memiliki ajaran-ajaran pokok ketuhanan. Atheisme adalah kepercayaan orang bahwa
Tuhan itu tidak ada, bahwa dirinya dan seisi alam ini hanya terjadi dengan
sendirinya saja. Sedangkan Animisme adalah kepercayaan kepada suatu daya
kekuatan hidup atau kekuasaan yang keramat dan tidak berpribadi, yang dapat
dianggap halus ataupun berjasad (benda bernyawa/punya roh).
Studi
perbandingan ini penting karena akan memberikan dampak positif terutama buat
kini para generasi muda Muslim yang ingin menegakkan agama suci ini dan
mempertahankan diri dari setiap usaha yang akan merusakkannya terutama dari
pengaruh-pengaruh yang menyelinap ketengah-tengah umat Islam sendiri secara
halus (baik yang kita hadapi secara sadar maupun tidak).
BAB II
PEMBAHASAN
1. Sejarah Agama
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata
agama. Namun akan sedikit sulit mendefenisikan pengertian agama itu sendiri.
Hal tersebut diakui sendiri oleh Mukti Ali, salah seorang pakar ilmu
perbandingan agama di Indonesia yang mengatakan; “Barangkali tak ada kata
yang paling sulit diberikan pengertian dan defenisi selain dari kata agama.”
Menurut Mukti Ali, terdapat tiga argumentasi yang dapat
dijadikan alasan dalam menanggapi statemen tersebut. Pertama karena
pengalaman agama adalah soal batin dan subjektif. Kedua barangkali tidak
ada orang yang begitu semangat dan emosional daripada membicarakan agama.
Karena itu, membahas arti agama selalu dengan emosi yang kuat dan yang ketiga
konsepsi tentang agama akan dipengaruhi oleh tujuan orang yang memberikan
pengertian agama.
Mohammad Natsir pernah mengatakan agama adalah hal yang
disebut sebagai problem of ultimate concern, suatu problem kepentingan
mutlak, yang berarti jika seseorang membicarakan soal agamanya maka ia tidak
dapat tawar menawar. Namun begitu bukan berarti agama tidak dapat diberikan
pengertian secara umum. Dalam memberikan defenisi tersebut, para ahli menempuh
beberapa cara; Pertama dengan menggunakan analisis etimologis,
yaitu menganalisis konsep bawaan dari kata agama atau kata lainnya yang
digunakan dalam arti yang sama. Kedua, analisis deskriptif, menganalisis
gejala atau fenomena kehidupan manusia secara nyata.
Berbicara mengenai agama maka terdapat tiga padanan kata
yang semakna dengannya yaitu religi, al-din dan agama. Walaupun sebagian
pendapat ada yang mengatakan bahwa ketiganya berbeda satu sama lainnya seperti
pendapat Sidi Gazalba dan Zainal Arifin Abbas yang mengatakan al-din
lebih luas pengertiannya daripada religi dan agama. Agama dan religi hanya
berisi hubungan manusia dengan Tuhan saja sedangkan al-din berisi hubungan
manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan manusia. Sedangkan menurut
Zainal Arifin Abbas, kata al-din (memakai awalan al-ta’rif) hanya
ditujukan kepada Islam saja.
Sedangkan pendapat yang mengatakan ketiga kata diatas
mempunyai makna sama seperti pendapat Endang
Saifuddin Anshari dan Faisal Ismail. Perbedaan hanya terletak pada segi
bahasanya saja. Kemudian secara etimologis agama berasal dari bahasa sanskerta,
masuk dalam perbendaharaan bahasa Melayu (nusantara) dibawa oleh agama Hindu
dan Budha. Pendapat yang lebih ilmiah, agama berarti jalan. Maksudnya
jalan hidup atau jalan yang harus ditempuh oleh manusia sepanjang hidupnya atau
jalan yang menghubungkan antara sumber dan tujuan hidup manusia, atau jalan
yang menunjukkan darimana, bagaimana dan hendak kemana hidup manusia di dunia
ini.
Religi berasal dari kata religie (bahasa Belanda)
atau religion (bahasa Inggris), masuk dalam perbendaharaan bahasa
Indonesia dibawa oleh orang-orang Barat yang menjajah bangsa Indonesia. Religi
mempunyai pengertian sebagai keyakinan akan adanya kekuatan gaib yang suci,
menentukan jalan hidup dan mempengaruhi kehidupan manusia yang dihadapi secara
hati-hati dan diikuti jalan dan aturan serta norma-normanya dengan ketat agar
tidak sampai menyimpang atau lepas dari kehendak jalan yang telah ditetapkan
oleh kekuatan gaib suci tersebut.
Din berasal dari
bahasa Arab yang berarti undang-undang atau hukum yang harus ditunaikan oleh
manusia dan mengabaikannya berarti hutang yang akan dituntut untuk ditunaikan
dan akan mendapat hukuman atau balasan jika ditinggalkan.
Dari etimologis ketiga kata di atas maka dapat diambil
pengertian bahwa agama (religi, din): (1) merupakan jalan hidup
yang harus ditempuh oleh manusia untuk mewujudkan kehidupan yang aman,
tentram dan sejahtera; (2) bahwa jalan hidup tersebut berupa aturan, nilai atau
norma yang mengatur kehidupan manusia yang dianggap sebagai kekuatan mutlak,
gaib dan suci yang harus diikuti dan ditaati. (3) aturan tersebut ada, tumbuh
dan berkembang bersama dengan tumbuh dan berkembangnya kehidupan manusia,
masyarakat dan budaya.
Konsep din dalam Al-Qur’an diantaranya
terdapat pada surat Al-Maidah ayat 3 yang mengungkapkan konsep aturan, hukum
atau perundang-undangan hidup yang harus dilaksanakan oleh manusia. Islam sebagai
agama namun tidak semua agama itu Islam. Surat Al-Kafirun ayat 1-6
mengungkapkan tentang konsep ibadah manusia dan kepada siapa ibadah itu
diperuntukkan. Dalam surat As-Syura ayat 13 mengungkapkan din sebagai
sesuatu yang disyariatkan oleh Allah. Dalam surat As-Syura ayat 21 Din
juga dikatakan sebagai sesuatu yang disyariatkan oleh yang dianggap Tuhan atau
yang dipertuhankan selain Allah. Karena din dalam ayat tersebut adalah
sesuatu yang disyariatkan, maka konsep din berkaitan dengan konsep
syariat. Konsep syariat pada dasarnya adalah “jalan” yaitu jalan hidup manusia
yang ditetapkan oleh Allah. Pengertian ini berkembang menjadi aturan atau
undang-undang yang mengatur jalan kehidupan sebagaimana ditetapkan oleh Tuhan.
Pada ayat lain, yakni di surat Ar-Rum ayat 30, konsep agama juga berkaitan
dengan konsep fitrah, yaitu konsep yang berhubungan dengan penciptaan manusia.
2.
Statistik Pemeluk Agama Di Dunia
Setiap agama pasti
punya perbedaan hidup dan pandangan. Perbedaan inilah yang sering membuat
ketidak-rukunan antar umat beragama. Masing-masing memaksakan agamanyalah yang
paling benar. Namun apabila kita mau saling menghargai satu sama lain mungkin
hal ini bisa dihindari. Salah satu hal yang paling mencolok pada saat ini
adalah pemaksaan agama lewat terorisme. Ya secara tidak langsung demikian,
mereka melakukan tindak terorisme karna kebencian mereka terhadap agama yang
lain. Untuk menghindari hal tersebut ada baiknya kita saling mengakui bahwa
agama mengajarkan kebaikan untuk sesama manusia bukan untuk menindas. Berikut
ini adalah agama terbesar di dunia yang memiliki potensi untuk saling
menghancurkan apabila satu sama lain tidak dapat menghargai agama yang lain.
Berikut ini agama
terbesar yang dianut oleh 7 milyar manusia di atas bumi ini:
1.
Kristen (2.1 milyar)
Agama Kristen
adalah sebuah kepercayaan yang berdasar pada ajaran, hidup, sengsara, wafat dan
kebangkitan Yesus Kristus atau Isa Almasih. Agama ini meyakini Yesus Kristus
adalah Tuhan dan Mesias, juru selamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus
manusia dari dosa.
2.
Islam (1.5 milyar)
Pengikut ajaran
Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk
kepada Tuhan", atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan
Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya
kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan
sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke
dunia oleh Allah.
3.
Agnostic/ agama yang berpandangan bahwa Tuhan tidak dapat diketahui (1.1
milyar)
Agnostisisme
adalah suatu pandangan filosofis bahwa suatu nilai kebenaran dari suatu klaim
tertentu yang umumnya berkaitan dengan teologi, metafisika, keberadaan Tuhan,
dewa, dan lainnya yang tidak dapat diketahui dengan akal pikiran manusia yang
terbatas. Seorang agnostik mengatakan bahwa adalah tidak mungkin untuk dapat
mengetahui secara definitif pengetahuan tentang "Yang-Mutlak"; atau ,
dapat dikatakan juga, bahwa walaupun perasaan secara subyektif dimungkinkan,
namun secara obyektif pada dasarnya mereka tidak memiliki informasi yang dapat
diverifikasi.
4.
Hindu (1 milyar)
Agama Hindu
(Bahasa Sanskerta: Sanātana Dharma "Kebenaran Abadi" ), dan
Vaidika-Dharma ("Pengetahuan Kebenaran") adalah sebuah agama yang
berasal dari anak benua India. Agama ini merupakan lanjutan dari agama Weda
(Brahmanisme) yang merupakan kepercayaan bangsa Indo-Iran (Arya). Agama ini
diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM.
5.
Chinese traditional/Tionghoa (400 juta)
Kepercayaan
tradisional Tionghoa ialah tradisi kepercayaan rakyat yang dipercayai oleh
kebanyakan bangsa Tionghoa dari suku Han. Kepercayaan ini tidak mempunyai kitab
suci resmi dan sering merupakan sinkretisme antara beberapa kepercayaan atau
filsafat antara lain Buddhisme, Konfusianisme dan Taoisme. Kepercayaan
tradisional Tionghoa ini juga mengutamakan lokalisme seperti dapat dilihat pada
penghormatan pada datuk di kalangan Tionghoa di Sumatera sebagai pengaruh dari
kebudayaan Melayu.
6.
Buddha (380 juta)
Buddha
(Sanskerta: berarti. Mereka yang Sadar, Yang mencapai pencerahan sejati. dari
perkataan Sanskerta: "Budh", untuk mengetahui) merupakan gelar kepada
individu yang menyadari potensi penuh mereka untuk memajukan diri dan yang
berkembang kesadarannya. Dalam penggunaan kontemporer, ia sering digunakan
untuk merujuk Siddharta Gautama, guru agama dan pendiri Agama Buddha (dianggap
"Buddha bagi waktu ini"). Dalam penggunaan lain, ia merupakan tarikan
dan contoh bagi manusia yang telah sadar.
7.
Indigenious (300 juta)
Indigenious
adalah orang-orang, komunitas, dan bangsa yang asli di daerah tertentu. Banyak
adat budaya merupakan minoritas yang menonjol dalam masyarakat mayoritas-budaya
kebarat-baratan, dan mereka biasanya bermaksud menuju melestarikan,
menghidupkan, dan meningkatkan kohesi dan keunikan nilai-nilai tradisional
mereka sosial dan adat istiadat, bersama dengan upaya sungguh-sungguh untuk
mengirimkan pengetahuan ini untuk generasi mendatang Beberapa formulasi
diterima secara luas,. Namun, yang berusaha untuk mendefinisikan berbagai istilah
masyarakat adat telah dikemukakan oleh beberapa organisasi terkemuka dan diakui
secara internasional lainnya, seperti Organisasi Perburuhan Internasional dan
Bank Dunia.
8.
African traditional (100 juta)
Agama-agama
tradisional Afrika adalah istilah yang merujuk pada berbagai agama adat untuk
benua Afrika.
9.
Sikh (25 juta)
Sikhisme (bahasa
Punjabi) adalah salah satu agama terbesar di dunia. Agama ini berkembang
terutamanya pada abad ke-16 dan 17 di India. Kata Sikhisme berasal dari kata
Sikh, yang berarti "murid" atau "pelajar".
Kepercayaan-kepercayaan
utama dalam Sikhisme adalah: Percaya dalam satu Tuhan yang pantheistik. Kalimat
pembuka dalam naskah-naskah Sikh hanya sepanjang dua kata, dan mencerminkan
kepercayaan dasar seluruh umat yang taat pada ajaran-ajaran dalam Sikhisme: Ek
Onkar (Satu Tuhan). Ajaran Sepuluh Guru Sikh (serta para cendekiawan Muslim dan
Hindu yang diterima) dapat ditemukan dalam Guru Granth Sahib.
10.
Yahudi ( 20 juta(13 juta di tahun 2002)
Yahudi adalah
istilah yang merujuk kepada sebuah agama atau suku bangsa. Sebagai agama,
istilah ini merujuk kepada umat yang beragama Yahudi. Berdasarkan etnisitas,
kata ini merujuk kepada keturunan Eber (Kejadian 10:21) atau Yakub, anak Ishak,
anak Abraham (Ibrahim) dan Sarah. Etnis Yahudi juga termasuk Yahudi yang tidak
beragama Yahudi tetapi beridentitas Yahudi dari segi tradisi.
Agama Yahudi
adalah kombinasi antara agama dan suku bangsa. Agama Yahudi dibahas lebih
lanjut dalam artikel agama Yahudi; artikel ini hanya membahas dari segi suku
bangsa saja. Kepercayaan semata-mata dalam agama Yahudi tidak menjadikan
seseorang menjadi Yahudi. Di samping itu, dengan tidak memegang kepada
prinsip-prinsip agama Yahudi tidak menjadikan seorang Yahudi kehilangan status
Yahudinya. Tetapi, definisi Yahudi undang-undang kerajaan Israel tidak termasuk
Yahudi yang memeluk agama yang lain.
3.
Agama-agama Yang Ada Di Indonesia
Agama di Indonesia - Agama
adalah satu prinsip kepercayaan kepada Tuhan yang harus di miliki setiap
manusia, karena dengan beragama manusia bisa mengenal dirinya dan Tuhannya, dan
dengan beragama manusia bisa tahu hak dan kewajibannya sebagi makhluk yang di
ciptakan Tuhan.
Agama menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan,
atau juga disebut dengan nama Dewa atau sebutan lainnya dengan ajaran
kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.
Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta
āgama yang berarti "tradisi" -ada juga secara harfiah
yang mengartikan a=tidak dan gama=bebas, yang berarti
ketidakbebasan karena peratuan-. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep
ini adalah religi yang berasal
dari bahasa Latin religio dan
berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali".
Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.
Menurut UUD 1945 Pasal 29 ayat:
1.
Negara
berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
2.
Negara
menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing masing
dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
Di Indonesia
banyak di kenal bermacam-macam kepercayaan atau Agama, akan tetapi Berdasarkan Penjelasan Atas Penetapan Presiden No 1 Tahun 1965
Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama pasal 1, Agama
yang diakui di Indonesia adalah :
1.
Islam
2.
Kristen
Protestan
3.
Kristen
Katolik
4.
Hindu
5.
Buddha
6.
Kong
Hu Cu (Confusius)
A.
Islam
Islam adalah
Agama yang mengimani satu tuhan, Islam secara bahasa (secara lafaz) memiliki
beberapa makna. Islam terdiri dari huruf dasar (dalam bahasa Arab): "Sin",
"Lam", dan "Mim". Beberapa kata dalam bahasa
Arab yang memiliki huruf dasar yang sama dengan "Islam", memiliki
kaitan makna dengan Islam.
Islam secara bahasa adalah : Islamul wajh
(menundukkan wajah), Al istislam (berserah diri), As salamah
(suci bersih), As Salam (selamat dan sejahtera), As Silmu
(perdamaian), dan Sullam (tangga, bertahap, atau taddaruj).
Secara istilah,
Islam berarti wahyu Allah, diin para nabi dan rasul, pedoman hidup manusia,
hukum-hukum Allah yang ada di dalam Al Qur'an dan As Sunnah, dan dia merupakan
jalan yang lurus, untuk keselamatan dunia dan akhirat.
1. Nama kitab
suci Agama Islam : Al-Qur'an.
2. Nama pembawa
Ajarannya : Nabi Muhammad SAW
3. Permulaan :
Kurang/lebih 1400 tahun lalu.
4. Nama tempat
peribadatan : Masjid.
5. Hari besar
keagamaan : Muharram, Asyura, Maulud Nabi, Isra' Mi'raj, Nuzulul Qur' an, Idul
Fitri, Idul Adha, dan Tahun Baru Hijriah.
B.
Kristen Protestan dan Katolik
Kristen adalah sebuah kepercayaan yang
berdasarkan pada ajaran, hidup, sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus
atau Isa Almasih. Agama kristen ini meyakini Yesus Kristus adalah Tuhan dan
Mesias, juru selamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia dari dosa.
Mereka beribadah di gereja dan Kitab Suci mereka adalah Alkitab. Murid-murid
Yesus Kristus pertama kali dipanggil Kristen di Antiokia
Protestan adalah
sebuah mazhab dalam agama Kristen. Mazhab atau denominasi ini muncul setelah
protes Martin Luther pada tahun 1517 dengan 95 dalil nya.
Kata Protestan
sendiri diaplikasikan kepada umat Kristen yang menolak ajaran maupun otoritas
Gereja Katolik.
Kata Katolik
sebenarnya bermakna "universal" atau "keseluruhan" atau
"umum" (dari ajektiva Bahasa Yunani (katholikos) yang menggambarkan
sifat gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus.
1. Nama kitab suci Kristen Protestan dan Katolik :
Injil.
2. Nama pembawa Ajaranya : Isa / Yesus Kristus.
3. Permulaan :
Kurang/lebih 2.000 tahun lalu.
4. Nama tempat peribadatan : Gereja.
5. Hari besar keagamaan : Natal, Jumat Agung,
Paskah, Kenaikan Isa Almasih, dan Pantekosta.
C.
Hindu
Agama Hindu
adalah agama tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini, Hindu dalam
Bahasa Sanskerta artinya : Sanatana Dharma "Kebenaran Abadi",
dan Vaidika-Dharma (Pengetahuan Kebenaran). Hindu adalah sebuah
agama yang berasal dari anak benua India. Agama ini merupakan lanjutan dari
agama Weda (Brahmanisme) yang merupakan kepercayaan bangsa Indo-Iran (Arya).
Agama ini diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM.
1. Nama kitab suci
Hindu : Weda
2. Nama pembawa Ajaran:
-
3. Permulaan :
Masaprasejarah.
4. Nama tempat
peribadatan : Pura.
5. Hari besar keagamaan
: Nyepi, Saraswati, Pagerwesi, Galungan, dan Kuningan.
D. Buddha
Buddha
dalam Bahasa Sansekerta adalah : Mereka yang Sadar, Yang mencapai pencerahan
sejati. dari perkataan Sansekerta: "Budh", untuk mengetahui, Buddha
merupakan gelar kepada individu yang menyadari potensi penuh untuk memajukan
diri dan yang berkembang kesadarannya. Dalam penggunaan kontemporer, sering
digunakan untuk merujuk Siddharta Gautama, guru agama dan pendiri Agama Buddha
dianggap "Buddha bagi waktu ini". Dalam penggunaan lain, ia merupakan
tarikan dan contoh bagi manusia yang telah sadar.
Penganut Buddha
tidak menganggap Siddharta Gautama sebagai sang hyang Buddha pertama atau
terakhir. Secara teknis, Buddha, seseorang yang menemukan Dharma atau Dhamma
(yang bermaksud: Kebenaran; perkara yang sebenarnya, akal budi, kesulitan
keadaan manusia, dan jalan benar kepada kebebasan melalui Kesadaran, datang
selepas karma yang bagus (tujuan) dikekalkan seimbang dan semua tindakan buruk
tidak mahir ditinggalkan).
1. Nama kitab suci Buddha : Tri Pitaka.
2. Nama pembawa Ajarannya : Sidharta
Gautama.
3. Permulaan : Kurang/lebih 2.500 tahun
lalu.
4. Nama tempat peribadatan : Vihara.
5. Hari besar keagamaan : Waisak dan
Katina.
E.
Kong Hu Cu
Kong Hu Cu atau Konfusius, adalah seorang
guru atau orang bijak yang terkenal dan juga filsuf sosial Tiongkok, terkadang
sering hanya disebut Kongcu (Hanzi, hanyu pinyin: Kongfuzi?Kongzi) (551 SM -
479 SM). Falsafahnya mementingkan moralitas pribadi dan pemerintahan dan
menjadi populer karena asasnya yang kuat terhadap sifat-sifat tradisonal
Tionghoa. Oleh para pemeluk agama Kong Hu Cu, ia diakui sebagai nabi.
1. Nama Kitab suci Kong Hu Cu : -
2. Nama Pembawa Ajarannya : Kong Hu Cu
3. Permulaan : -
4. Nama Tempat Ibadahnya :
Klenteng/Vihara
5. Hari besar Keagamaannya : Sembayang
kepada arwah leluhur, Tahun Baru Imlek, Ca Go Mek, Twan Yang, Twan Yang, Hari
Tangcik / Sembayang Ronde dll.
BAB III
PENUTUP
Masyarakat yang tidak
beragama berada pada peringkat ketiga dengan jumlah persentase 16 persen dari
keseluruhan penduduk dunia. Yang menarik adalah setengah dari kelompok ini
percaya kepada Tuhan namun tidak mengikuti agama tertentu. Agama Yahudi yang
jumlah pemeluknya memiliki persentase 0,22 % dari jumlah penduduk dunia berada
pada peringkat terakhir dalam daftar agama-agama resmi dunia.
Walaupun di barat gereja-gereja
yang tinggi menjulang banyak dibangun untuk menyebarluaskan ajaran-ajaran
Kristiani, namun saat ini perkembangan agama Islamlah yang mengalami kemajuan
pesat dan perselisihan serta perbedaan yang ada di tengah umat Islam pun
semakin berkurang dibanding dengan agama-agama lain. Dengan mengingat segala
permasalahan ekonomi dan berbagai problem lainnya yang terjadi pada
negara-negara Islam, agama ini mampu berada pada peringkat kedua dalam daftar
agama dengan jumlah penganut terbanyak.
Berdasarkan laporan situs Baztab Iran, hasil survei memperlihatkan agama Kristen menguasai 33 persen masyarakat dunia namun mereka mengalami perpecahan yang lebih besar dan lebih prinsipal dibanding agama-agama lainnya.
Berdasarkan laporan situs Baztab Iran, hasil survei memperlihatkan agama Kristen menguasai 33 persen masyarakat dunia namun mereka mengalami perpecahan yang lebih besar dan lebih prinsipal dibanding agama-agama lainnya.
Agama Kristen sekarang
terpecah menjadi berbagai macam aliran yang berbeda-beda seperti Katolik,
Protestan, Ortodoks timur, Anglikan, Evangelis, Pantekosta dan lain sebagainya.
Islam yang dipeluk oleh sekitar 21 persen dari penduduk dunia termasuk Suni, Syi’ah dan beberapa mazhab lainnya menempati agama kedua dengan penganut terbanyak setelah agama Kristen.
Islam yang dipeluk oleh sekitar 21 persen dari penduduk dunia termasuk Suni, Syi’ah dan beberapa mazhab lainnya menempati agama kedua dengan penganut terbanyak setelah agama Kristen.
Orang-orang yang tidak
beragama berada pada peringkat ketiga dengan persentase 16 persen dari jumlah
penduduk dunia, termasuk di antaranya mereka yang tidak percaya kepada Tuhan,
orang-orang sekuler dan yang menyembunyikan keyakinannya. Yang menarik adalah
setengah dari mereka ternyata percaya kepada Tuhan walaupun tidak meyakini
agama mana pun.
Agama Hindu berada pada peringkat keempat dengan jumlah pengikut sebanyak 14 persen dari jumlah penduduk dunia. Diikuti agama Buddha, agama tradisional Cina dan kepercayaan-kepercayaan tradisional masyarakat Afrika yang masing-masing memiliki jumlah persentase sebanyak 6 persen.
Agama Hindu berada pada peringkat keempat dengan jumlah pengikut sebanyak 14 persen dari jumlah penduduk dunia. Diikuti agama Buddha, agama tradisional Cina dan kepercayaan-kepercayaan tradisional masyarakat Afrika yang masing-masing memiliki jumlah persentase sebanyak 6 persen.
Agama Sikh dengan 0,36
persen komunitasnya menempati peringkat berikutnya dan Yahudi ternyata
menempati peringkat paling akhir dari daftar agama-agama dunia menurut jumlah
pengikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
·
http://lamanbaca.blogspot.com/2011/08/agama-di-indonesia.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar asalkan dengan bahasa yang sopan..ok??